Meningkatnya jumlah penduduk dan taraf hidup masyarakat mengakibatkan bertambahnya jumlah energi yang dibutuhkan. Berbagai bentuk sumber energi telah digunakan manusia, antara lain minyak bumi, batubara, gas alam, panas bumi dan sebagainya. Penggunaan bahan bakar yang berasal dari hasil tambang saat ini masih lebih besar daripada bahan bakar lainnya seperti biomassa.

Biomassa merupakan bahan-bahan organik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang meliputi, dedaunan, rerumputan, ranting, gulma, limbah pertanian, limbah peternakan, limbah kehutanan dan gambut ( Borman, 1998).

Indonesia memiliki bahan bakar biomassa yang melimpah seperti limbah pertanian, limbah peternakan dan sebagainya, walaupun banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan sebagai bahan bakar, namun pemanfaatannya belum optimal. Bahan bakar limbah pertanian masih berkisar pada kayu dan sekam padi, sedangkan jerami, daun kering dan limbah peternakan belum banyak digunakan.

Sebab rendahnya penggunaan biomassa dalam hal ini limbah pertanian dan limbah peternakan, sebagai bahan bakar adalah karena rendahnya informasi yang berkaitan dengan nilai kalor dan karakteristik pembakaran.

Nilai kalor adalah suatu sifat bahan bakar yang menyatakan kandungan energi pada bahan bakar tersebut. Korelasi untuk perhitungan nilai kalor berdasar komposisi dasar telah diberikan oleh beberapa peneliti, diantaranya disajikan dengan dasar hubungan dan asumsi. Kebanyakan hubungan tersebut ditujukan untuk batubara. Studi yang berhubungan dengan perbandingan dan validitas dari korelasi-korelasi tersebut untuk batubara sebagaimana bahan bakar lain telah menarik perhatian para peneliti.

Karena banyaknya jenis biomassa yang belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya di Indonesia, maka penelitian-penelitian yang ditujukan untuk pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar, sangat diperlukan.

Bab_1_biomassa

Bab_2_biomassa

Bab_3_biomassa

Bab_5_biomassa

File referensi

2006eloss_forest_plants

biomas2

biomass3 biomass4 biomass6 biomas5